TTM Trip: Kebun Raya Bogor (March 19, 2013)

Standard


TTM di Gerbang Kebun Raya Bogor.

Hmmm.. jadi saya sudah hampir 7 tahun menetap di daerah Depok, dan selama itu sudah beberapa kali ke daerah Bogor, tapi belum pernah sekalipun menjejakan kaki ke Kebun Raya Bogor (KRB). Sayang banget kan? Diputuskanlah bahwa TTM untuk menjambangi area rimbun hijau ini pada Selasa, 19 Maret 2013.

Dengan postingan ini, saya mau berbagi sedikit cerita mengenai kebun botani yang didirikan oleh bangsa Belanda demi kepentingan ilmu pengetahuan, terutama biologi; tentunya juga akan berbagi pengalaman saat TTM di sana. Nah, pertama-tama mari kenalan dulu dengan Kebun Raya Bogor.

Pada tahun 1800-an awal Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. … Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang.
s: Wikipedia

Info Kilat Kebun Raya Bogor

Gagasan untuk mendirikan KRB yang bersitus resmi Bogor Botanic Gardens ini datang dari Reinwardt pada tanggal 15 April 1817, masa ketika Indonesia masih dijajah Belanda. Gagasan ini disetujui oleh G.A.G.P. Baron Van Der Capellen, yang saat itu menjabat sebagai Komisaris Jendral Hindia Belanda.

Namun jauh sebelum itu, tempat yang sekarang disebut Kebun Raya Bogor ini merupakan bagian dari samida (hutan buatan atau taman buatan) yang setidaknya telah ada pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana yang tertulis dalam prasasti Batutulis. Disinyalir samida ini ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu yang langka; begitulah kata Wikipedia.

Kebun Botani ini didirikan di samping Istana Gubernur Jendral di Bogor pada tanggal 18 Mei 1817, dilakukan pemancangan patok pertama yang menandai berdirinya Kebun Raya yang diberi nama `s Lands Plantentuin te Buitenzorg.
s: Bogor Botanic Gardens

Setelah Indonesia merayakan kemerdekaannya pada tahun 1945, kebun botani peninggalan Belanda ini sempat berganti nama beberapa kali, yaitu pada 1949 menjadi Jawatan Penyelidikan Alam, dan kemudian sempat juga dinamai Lembaga Pusat Penyelidikan Alam (LPPA) dan pada masa singkat pendudukan Jepang, Kebun Raya Bogor juga sempat disebut Syokubutzuer.


Bunga Bangkai jenis Amorphophalus titanum Becc. Credit as tagged (x).

KRB memiliki sekitar 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan yang tersebar di lahan seluas lebih kurang 87 hektar. The place is enormous! Please prepare shoes or footwears that is comfortable for you! Dari sekian banyak koleksi KRB, yang paling terkenal karena kelangkaan dan keunikannya adalah Bunga Bangkai jenis Amorphophalus titanum Becc., which unfortunately, tidak berhasil saya jumpai saat berkunjung. Oiya, di dalam KRB juga terdapat beberapa pusat keilmuan seperti Herbarium Bogoriense dan Museum Zoologi Bogor.

Untuk HTM saat ini adalah IDR 14.000/orang. Khusus Wisatawan Asing menjadi IDR 25.000/orang. Kalau mau keliling dengan kendaraan roda 4, maka kena biaya IDR 30.000 dan IDR 5.000 untuk parkir kendaraan roda 2. Kalau mau keliling di dalam dengan menggunakan sepeda maka harus membayar IDR 5.000.

Ngapain aja di KRB?

Sebagai tempat yang identik dengan hijau dan suasana sejuk, yang ada dalam pikiran saya adalah jalan-jalan santai, menikmati udara segar, menambah sedikit wawasan mengenai tumbuhan dan binatang, basically it’s a great place just to either walk, laze or relax around. Berpiknik ria di lapangan rumput yang luas pun bisa menjadi opsi menarik untuk dilakukan di Kebun Raya Bogor. Atau kalau ingin menambah wawasan, bisa mampir ke Museum Zoologi, atau mau lihat-lihat koleksi Anggrek bisa mampir ke Orchidarium.

Kebetulan saat saya dan teman-teman datang, Anggrek pun sama seperti Bunga Bangkai, mereka sedang tak berkembang. Yaaa~ penonton kecewa, galau deh…
Namun! Tetap saja tidak mengurangi rasa senang TTM karena bisa menikmati suasana KRB yang sejuk dan beda dari keseharian khas hiruk pikuk Jakarta dan pinggirannya (baca: Depok /ahem/). Nggak percaya? Cek foto-foto iseng TTM berikut!


Foto bareng rangkaian tulang binatang di Museum Zoologi…


Foto iseng dengan background mural yang ada di pintu masuk Museum Zoologi…


Loncat-loncat di jalanan yang kosong hehehe…


Berlatih kungfu di lapangan hijau yang luaaaaas banget…


Narsis jaya di Jembatan Merah…


Mau pulang tapi nyasar?

et cetera

Jadi, walaupun kelak kamu mengunjungi KRB dan tak bersua dengan duo bintang khas KRB: Anggrek dan Bunga Bangkai, you should still have your fun while you are there!

Referensi:

  • Bogor Botanics Garden
  • Kebun Raya Bogor Wikipedia
  • About these ads

    One thought on “TTM Trip: Kebun Raya Bogor (March 19, 2013)

    1. Pingback: TTM Trip: Kebun Raya Cibodas (Aug 14, 2013) | a dreamer living the reality

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s