Warisan Budaya Tionghoa di Museum Benteng Heritage

Standard


Selamat datang!

Terletak di Pasar Lama Tangerang, Museum Benteng Heritage adalah museum kebudayaan Indonesia Tionghoa yang pertama ada di Indonesia. Museum ini merupakan bangunan tua yang diduga berasal dari abad ke 17 dan memiliki nilai historis tinggi. Udaya Halim, pemilik museum, membeli bangunan berarsitektur tradisional Tionghoa ini pada November 2009, dan setelah melakukan restorasi selama dua tahun, museum ini resmi didirikan tanggal 11 November 2011 pukul 20.11. Continue reading

Denyut Budaya Peranakan di Pasar Lama Tangerang

Standard

Siang itu matahari teduh di balik awan ketika saya dan teman-teman sekelas di Cultural Studies berkunjung ke salah satu kota satelit Jakarta, yaitu Tangerang. Lebih tepatnya kami mengunjungi daerah yang disebut Pasar Lama Tangerang. Lokasinya sekitar 10-15 menit berkendara menggunakan angkutan umum dari stasiun Tangerang.


Orang Cina Benteng sembahyang leluhur ya di Boen Tek Bio.

Daerah Pasar Lama Tangerang juga dikenal sebagai salah satu pecinan atau China Town yang eksis di sekitaran Jakarta. Di sana berdiri klenteng Boen Tek Bio yang menyandang gelar klenteng tertua di Tangerang. Dibangun pada tahun 1684 dan terletak di antara dua kelenteng yang menjadi “saudara”-nya, Boen San Bio dan Boen Hay Bio, Boen Tek Bio menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat Tionghoa di Tangerang. Konon, ketiga kelenteng ini membentuk satu garis lurus yang membentang sepanjang 16 kilomenter!
Continue reading

Santap Sedap Kuliner Bogor, Ini Rekomendasinya!

Standard


Highlight: Kedai Kita, Momomilk, Sop dan Sate Sapi Bang Adi Kumis

Bogor itu menyimpan banyak kuliner sedap! Seru banget wisata kuliner ke kota hujan yang jaraknya hanya sekitar setengah jam dari Depok (kalo pake kereta hehehe). Sebenarnya belum sempat mencoba banyak, baru tiga tempat. Tapi, menurut saya tiga tempat ini punya nuansa dan citarasa yang oke.. sudah lebih dari sekali saya balik lagi ke tiga tempat ini buat tambo ciek!

Continue reading

Di Pumpung Mereka Mencari Butiran Intan

Standard

Bulan lalu, tepatnya pada tanggal 23 Februari 2014, saya berkesempatan ngebolang di Banjarmasin. Walau praktisnya hanya punya satu hari untuk mengucapkan salam, saya mendapat kesempatan untuk melongok dan belajar dari kota yang identik dengan sungai, pasar terapung, soto banjar dan intan ini.

pumpung-1e
Suasana salah satu pertambangan di Pumpung. Bak-bak dibawah pipa itu menampung pasir hasil penambangan untuk nantinya dijual.

Desa Pumpung adalah tempat terakhir yang saya kunjungi dari perjalanan satu hari saya. Awalnya tidak ada rencana untuk mengunjungi desa ini, kalau bukan karena petunjuk dari Pak Bahri dan Pak Gatot, dua orang petugas Museum Lambung Mangkurat. Mereka berdua memberitahu saya bahwa ada lokasi penambangan intan yang bisa saya kunjungi, yaitu Desa Pumpung. Lokasinya tidak seberapa jauh dari museum, sekitar 12km, atau 20-30 menit naik motor dengan kecepatan santai. Klik untuk lihat peta yang digambar Pak Bahri. Letak Desa Pumpung berada di kiri jalan, dengan papan penanda yang kalau mata tidak awas bisa kelewatan.
Continue reading