#ThaiFever: Pchy dan August Band

Standard
Yeah, mine!

Yeah, mine!

#ThaiFever atau demam Thailand sedang menjangkiti saya. Setelah sejak awal tahun 2004 saya kena gelombang Korea atau #HallyuWave, ini merupakan kali keduanya saya terjangkit perihal beginian.

Not generally but particularly saya lagi tertarik dengan film-film teen-flicks Thailand. Hal yang terjadi karena saya tidak sengaja nonton First Love (A Crazy Little Thing Called Love) yang nyes-nyes khas film remaja.. akhirnya penasaran deh sama film-film Thailand lainnya. Sebelumnya saya memang sudah mengakui bahwa film Thailand, khususnya yang bergenre horor, is something that could scare you out of your mind besides Indonesian classic horror movies (especially ones that starred Suzanna or Mr. P). Contohnya? Shutter is darn good, okay… I can’t get the last scene out of my mind for quite awhile. Merindingnya total!

Oke, terlepas dari film Thailand, saya juga lagi suka-sukanya dengan pria yang ada di gambar di atas. Namanya Witwisit Hiranyawongkul (พิช-วิชญ์วิสิฐ หิรัญวงษ์กุล’) atau kalo lidahnya belum terbiasa dengan ejaan yang rumit di atas, dia juga biasa disebut dengan panggilan sayang Pchy/Phit/Pitch/Pitchy.

I’m happy to make new mistakes in the process of creating new things. If something sucks, OK, but at least you tried. It makes your life worth living. – Pchy on BK Article, Apr 19, 2012.

Jadi siapa sebenarnya laki-laki dengan pose unyu di atas? Dia seorang musisi (penulis lirik lagu, produser musik(?), vokalis) dan juga aktor Thailand. Saya tidak begitu tahu tentang kesuksesan karirnya di Thailand, but I can vouch that the first movie he starred in, by the nameThe Love of Siam‘, is quite the bomb in Thailand and in general East and Southeast Asia. Saya juga menemukan bocah yang satu tahun lebih muda di bawah saya ini dari film itu, yang nanti akan saya review setelah utang tulisan yang lain selesai.

Sebagai musisi, ia banyak berkarya. Lagu-lagu yang ia nyanyikan bersama August Band, juga lumayan ear-catching terutama dengan irama musik yang fresh dan berbeda dengan band-band teen-adults pada umumnya. Mungkin ini karena August Band memiliki instrumen yang lebih beragam; ada terompet dan saxophone selain gitar, bas, keyboard, dan drum. Nah, otomatis karena aktivitas Pchy banyak bersinggungan dengan band ini, saya juga jadinya getting fond of August Band and their songs. Also, to my convenience, besides Thai songs, they also have several songs they sung in Chinese.

August Band

August Band (c) AugustBand Room

Penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang band beranggotakan sebelas pemuda ini? Silahkan menguntit mereka di Youtube (AugustBandTV), halaman Facebook (AugustBand Room), dan juga akun Twitter (@weareaugust).

Nih beberapa contoh lagu August Band yang saya sukai…


Latihan lagu ‘Love is not everything’ versi Thailand yang musik dan liriknya diciptakan oleh Pchy.


Video klip resmi lagu ‘Love is not everything’ versi Mandarin.


Latihan lagu ‘My Princess’ yang saat itu masih disebut sebagai ‘Untitled 01’ dan belum berlirik.

…and how’s it? They are fun, eh? Please get yourself immersed in #ThaiFever too and let me know what do you think of them😀

Nothing in life will ever be 100% like you expect, so don’t be afraid of what is going to happen. – Pchy on BK Article, Apr 19, 2012.

Last but not the least, since this is a post dedicated for Pchy, silahkan baca artikel dari majalah BK berikut: klikklikklik, you’ll know why I think he is a wonderful person.😉

2 thoughts on “#ThaiFever: Pchy dan August Band

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s