Cerituit: Filosofi Bebek

Standard

So on January 15, 2011, I wrote Filosofi Bebek on my Twitter account under the hashtag #kwek!. A total of 14 tweets, with every tweet separated by #kwek!. Wanted to share it here, it’s in Bahasa Indonesia, edited for style and added some missing words because the limited 144 tweet letters.

And, uh, it’s about life and duck.

bebek
source: x

Filosofi Bebek
oleh @erulenonk, 15 Januari 2011

Aku cuma perempuan
yang tidak istimewa.
Tidak kaya,
tidak rupawan,
tidak pintar.
Pokoknya tidak ideal.
Aku cuma perempuan.

#kwek!

Tidak muluk mimpiku sebagai perempuan.
Aku tak butuh barang mewah,
justru kudamba barang
biasa yang kan mengukir sejarah hidup
bersamaku.

#kwek!

Aku manusia,
tentu aku ingin berbagai hal.
Rakus itu lumrah,
bukan?
Aneh?
Ketika kuaku ku tak tamak,
kuaku pula aku rakus.

#kwek!

Tapi yah,
aku manusia,
kaupun juga,
tentu kau kan mengerti maksud ku.

#kwek!

Kutekankan kembali,
aku
-ingin-
banyak hal.
Itu mimpi kata orang,
cita-cita kata sebagian,
khayalan belaka kata yg pesimis.

#kwek!

Hari itu,
dan kemarin harinya,
dan mungkin pula esoknya,
aku melihat warung bebek itu.
Selalu ada,
selalu terang,
selalu menggoda perutku.

#kwek!

Tiap kali kulewat,
warung bebek itu,
yang hanya tenda di pinggir jalan,
seakan memanggil: ayo, turun dan mampir.
Selalu kujawab: besok akan.

#kwek!

Tidak pernah absen warung bebek itu mengundangku,
tidak pernah juga jawabanku berubah.
Besok akan.
Warung bebek itu kan selalu ada.

#kwek!

Aku bekerja layaknya seorang manusia yang
dengan congkaknya ingin bertanggung jawab atas diriku sendiri.
Bekerja sebagai pembuktian diri.

#kwek!

Aku puas dengan kerjaanku, dengan diriku- hidupku.
Aku (sprtny) bahagia.
Aku lupa mimpi-
cita-cita-
khayalan-
ku.
Warung bebek itu tak kedengaran lagi.

#kwek!

Ketika aku teringat pada warung bebek itu,
bahwa aku rindu panggilannya.
Ia tak ada lagi.
Mungkin pindah.
Mungkin digusur.
Mungkin bangkrut.
(entahlah)

#kwek!

Aku kehilangan si warung bebek
yang terus menerus mengundangku mampir,
dan selalu kujawab besok akan.

#kwek!

Warung bebek itu pergi,
tak pernah lagi kudengar ia.
Akupun bertanya: bagaimana rasa bebek di warung itu?
Tiada jawaban.
Hening.

#kwek!

Apa mimpiku?
Hening.
Apa citaku?
Hening.
Apa khayalanku?
Hening.
Siapa aku?
Hanya ada hening yg menjawabku.

#kwek!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s