Magang di @WegoID itu… (2)

Standard

Selesai sudah minggu pertama, datanglah minggu kedua. Pe-er minggu lalu selain 5 artikel adalah menuliskan 20 ide cerita traveling untuk dipitching kepada para editor. Dua puluh ide cerita? Jeng jengg.

Waduh, tahun ini sih saya memang banyak jalan-jalan. Maklum, tahun ini saya mencanangkan program RaJa 2013, aka Rajin Jalan-Jalan Episode 2013. Saya berniat traveling sepanjang tahun, setiap bulan harus ada jalan-jalannya. So far dari Januari sampai bulan Agustus ini, pasti ada aja jalan-jalannya. Entah keluar kota atau dalam kota, atau cuma kebetulan lewat, pasti ada jalan-jalannya.

Tapi yah itu kendalanya, saya habis jalan-jalan selalu menganggurkan ‘cerita traveling’. Jadinya banyak tuh ‘belanjaan’ saya yang mulai menuju pembusukan. Dengan kata lain, kalau ditulis sekarang, kemungkinan sudah tidak update lagi dengan situasi dan kondisi traveling saya saat itu. Oh well, mau tidak mau, saya masukkan saja ide-ide ceritanya. Termasuk ide baru untuk liputan, cerita-cerita yang belum saya tulis, sampai cerita yang kira-kira bisa saya daur ulang dari tulisan di blog.

29 Juli 2013. Minggu 2 Hari 1: Belajar dan Mengejar.

Omong-omong, minggu ke dua dimulai di hari Senin. Rencananya minggu ini adalah belajar mengoptimalkan plugin SEO dalam artikel TED. Rapat hari itu dibuka oleh Mba Sica, diberikan garis besar mengenai SEO alias search engine optimization serta trik-tipsnya. Kemudian dilanjutkan lebih mendalam dengan informasi yang mudah-cerna oleh Mas Aris Tianto mengenai SEO. Sekitar satu jam lebih SEO dijejalkan dalam otak saya, ada sesi tanya jawab juga.

SEO itu penting untuk lebih cepat ‘mengenalkan’ website atau sebuah artikel pada search engines like google, bing, yahoo, etc. Semakin banyak konten dan posting yang konsisten, maka lebih cepat lagi tuh mesin pencari mengenal website kita, yang nantinya menambah cepat halaman kita naik ke halaman depan jika kata kunci yang digunakan tepat.

Tapi sepanjang presentasi itu, yang paling kena di saya adalah ujaran Mas Aris Tianto yang diulang beberapa kali selama diskusi, yang juga ditekankan lagi oleh para editor TED Wego Indonesia.

Secanggih apapun setting SEO yang digunakan, tetap jauh lebih penting konten yang ditulis. Semakin bagus kontennya, tentu akan lebih banyak yang membaca, membaginya, dan nantinya kembali lagi. Ini penting untuk menaikkan kredibilitas website itu sendiri. SEO hanya alat pendukung yang mempercepat proses kenalan dengan search engines.

Saya simpulkan sedikit, salah berapa kunci keberhasilan penerapan SEO terletak pada kualitas dan konsistensi konten web, penggunaan kata kunci yang tepat, dan kesabaran—karena tidak ada hal yang terjadi secara instan begitu saja. Atau setidaknya itu yang saya pahami dari kuliah kilat SEO.

Habis itu, para intern ditantang nih sama editor untuk menyelesaikan tulisan dalam sehari. Yang paling banyak akan dapat hadiah. Ditanya sanggup berapa tulisan, saya cuma bisa bilang dua artikel jadi, mentok 3, deh. Selesai briefing, langsung deh intern ngibrit menulis. Waktu untuk menulis lebih singkat hari ini, karena jam 3-an nanti akan cabut menuju rumah Eci, salah satu tim Wego yang open-house untuk buka bareng-nya tim Wego Indonesia. Wah, buru-buru, nih mengerjakan tulisan.

Saat itu saya memilih untuk menggolkan tulisan dari 20 ide tentang wahana-wahana pemacu adrenalin yang bisa ditemukan di Fuji Q Highland, Fujiyoshida, Jepang. Artikel ini berdasarkan pengalaman saya sendiri waktu Agustus tahun lalu menjambangi Dufan a la Jepang yang letaknya di dekat lereng Gunung Fuji yang tersohor. Jamin deh, rekomendasi saya akan memuaskan kamu yang cinta desir adrenalin. Pas menulis artikel ini saja saya masih deg-degan mengingat pengalaman di hari itu, hehehehe..


Namanya Dodonpa..

Habis itu saya melanjutkan dengan menulis pengalaman saya waktu trekking ke Air Terjun Tiu Kelep di Senaru, Lombok. Tulisan ini harusnya masuk dalam rangkaian Trip LomBa bulan Juni silam. Eeeh, tulisan belum selesai, sudah harus berangkat buka bareng. Makan gratis, asyikkk~

Mayoritas tim Wego Indonesia saat itu ada di acara buka bareng. Setelah berbuka dengan makanan super enak buatan Mama-nya Eci, dicetuskanlah dua permainan buat seseruan malam itu: main adu panjang per tim sama tebak-tebakan kata melalui gaya. Ahh, gokil-gokil tim Wego Indonesia!

Begitu selesai berbuka puasa, pulang ke rumah, saya merapikan tulisan saya. Eh, siapa sangka besoknya…

30 Juli 2013. Minggu 2 Hari 2: Ejieee.

Di hari ke dua ini, saya dan Edwin dimentor oleh mba Sica. Kami berdua akan belajar tentang contributor network. Omong-omong kalau kalian punya cerita yang ingin dibagi dengan sesama pejalan tapi malas ngeblog, boleh loh sekali-kali mengirim ceritanya ke TED Wego Indonesia. Nih, baca ketentuan jadi kontributor di sini, ga susah kok. Suwer. Atau malah ingin ikutan magang? Bisa banget, cek terus Twitter timeline @WegoID, dengar-dengar batch 2 coming soon, loh. :]

The fun thing about traveling is you get to share the stories, right?

Hari kedua ini setelah briefing dengan mba Sica, sisanya dihabiskan untuk menulis. Saya merapikan lagi artikel Tiu Kelep dan kemudian menulis pengalaman saya di Pantai Tanjung Aan, Lombok. Salah satu recycle dari laporan trip LomBa yang sudah tayang di blog.

Terus yang tak diduga-duga adalah saya…

dapat pujian dari mba Sica. Aseeek. Dipromosiin pula di akunnya.

Makasih boost-nya, mba! :]

Hari itu juga saya mulai me-recycle tulisan saya yang lain: berlayar di Sungai Melaka.

31 Juli 2013. Minggu 2 Hari 3: First for…

Bila saya harus menunjuk satu hal yang paling menyenangkan dan paling berat selama magang di TED, pasti hari ini yang saya tunjuk. Jadi hari ketiga minggu ke dua ini ceritanya akan ada liputan bareng intern dan editor ke Museum di Tengah Kebun dan kemudian liputan di 4 tempat berbeda di Kemang, Jakarta. Tulisan tentang tempat nongkrong di Kemang dari kita berempat rencananya akan dijadiin satu oleh editor. *uhuk-colek-editor-uhuk*

Museum di Tengah Kebun adalah rumah tinggal dari Sjahrial Djalil. Disebut museum karena selain berfungsi sebagai rumah, tempat ini memang menyimpan ribuan koleksi dari tempat dan masa yang berbeda-beda. Ini museum memang ajaib, jauh banget dari kesan sebuah museum. Isi museumnya juga termasuk variatif, walaupun kalau ditelisik lebih jauh 90% koleksinya dibeli dari Lelang Christie. Nah, yang bikin susah adalah kita berempat masing-masing akan menuliskan cerita tentang Museum di Tengah Kebun dari 4 point of interests.


Si Manusia Bersayap dari abad 19..

Hal itu, menurut saya pribadi, susah. Mungkin karena saya jadinya berpikir apa yang bisa saya tulis tanpa kira-kira terdengar redundan dengan 3 tulisan lainnya. Waduh. Mana selama tur di museum saya heboh dengan pikiran dan mata sendiri, jadi sempat tidak mengikuti rombongan tur. Wah, wah, heboh deh menulis tentang di Museum di Tengah Kebun. Akhirnya saya memilih untuk fokus pada dua koleksi museum, yaitu si Manusia Bersayap dan arca-arca Buddha yang bertebaran di sudut-sudut sang empunya rumah.

Setelah kunjungan ke Museum di Tengah Kebun, saya, Renata, dan Edwin set off lagi ke tempat-tempat nongkrong di Kemang, sedang Wahyu tinggal di The Reading Room bersama para editor. Sayangnya kami bertiga tidak menemukan taksi, sampai akhirnya kita menyusuri jalan pelan-pelan untuk sampai ke tempat tujuan. Pfiuh. Lumayan loh, Edwin bahkan berjalan dari The Reading Room sampai Aksara. Saya dan Renata sih sempat melanjutkan dengan taksi, bahkan saya plus ngojek. Renata menuju ke Dia.Lo.Gue, dan saya Tea Addict. Namun sayang, Tea Addict sedang dibook oleh satu perusahaan, jadinya saya meliput Coffee War yang tidak kalah asyik tempatnya. Eh, tapi saya sedikit khawatir dengan asam lambung efek ngopi, soalnya saya bukan pecinta kopi.


Bitterballen di Coffee War wuenak loh!

Di atas saya menyebutkan kalau hal yang paling menyenangkan juga terjadi di hari ini. Selain karena liputan ramai-ramai, juga karena saya diberitahu liputan di Kemang ini, saya ditraktir TED Wego Indonesia, hadiah atas tantangan di hari Senin sebelumnya. Yeay! Jadilah saya mencoba kopi Mandailing di Coffee War, yang kata pegawainya lebih ramah lambung.


Terima kasih, TED! ;]

Selesai meliput kembali ke The Reading Room dan makan-berbuka puasa ditraktir TED lagi. Horee, perutnya kenyang~

Minggu kedua ini berakhir sambil saya menyelesaikan Warna-warni senja di Sungai Melaka, Coffee War, dan Museum di Tengah Kebun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s