Sepenggal Cerita di Balik Menang Kontes #ExtraordinaryTrip~!

Standard

Jadi, entah yang di atas punya rencana apa lagi untuk saya, yang jelas banyak hal seru yang menanti di awal semester ini, selain proposal tesis yang mencekam tentu saja.

Kamis siang tanggal 4 September 2014 (tanggal bersejarah nih!), di kala kelas sedang membahas antara teori conspicuous consumption dari pak Baudrillard, gejala ISIS di Indonesia dan sentilan pada public sphere a la om Habermas dan polemik Civic Space a la bu Merlyna Lim dan mas Douglas ditambah dengan perilaku pengguna sosial media di Indonesia, tiba-tiba saja ponsel cerdas saya getar-getar di meja.

Setelah dicek ada dua panggilan tidak terjawab dari nomor yang tidak dikenal. Wah jangan-jangan yang kemarin nawarin kartu kredit lagi? Plus bertengger satu notifikasi sms dari nomor yang juga tak kunjung dikenal. Sempat kepikiran ini pasti sms anak siapa minta pulsa ke orang tuanya siapa, tapi ternyata dari Mad Wego (@madalkatiri)!

Apakah anda, wahai pembaca yang budiman, dapat membayangkan hal-hal yang terjadi dari pukul 1.34PM ke 2.17PM? Salah satu adegan yang terjadi adalah saya flailing. Di kampus. Yang ramai. Dengan mahasiswa baru. Yang sedang ikut masa orientasi kampus, dihiasi berbagai perintilan aksesoris penanda status kejunioran mereka. (Latar belakang yang penting untuk dibayangin nih!). Sambil menerima kabar dari Mad. Itu rasanya seperti ada yang nimpuk pakai durian beserta pohonnya!

Pertama kali yang kepikiran adalah “Wah dikerjain nih. Ini serius?” Karena Mad bilang serius, masa dia iseng buang pulsa nelpon saya siang-siang bolong, oke saya sedikit percaya dan akhirnya minta waktu buat konfirmasi dulu ke orang tua (sambil menghitung jatah cabut kuliah *uhuk*). Untung kuliah sudah berakhir, jadi bisa langsung pulang dan ketemu Mami. Sambil jalan pulang ke kosan, tak lupa nelpon si Papi. Reaksi pertama dari keduanya adalah *jjeng-jjeng* “ini bukan penipuan kayak yang sms t*****sel itu kan?”

Hah!

Saya mau ketawa mendengar reaksi Papi-Mami yang kompak paranoid begitu, tapi perut saya mules saking gugupnya, jadi saya abaikan saja rasa ingin ketawa histeris itu. Setelah berkali-kali meyakinkan bahwa kontes ini bukan penipuan, akhirnya saya bisa melayangkan sms konfirmasi pada Mad tepat pada pukul 2.17PM itu.

Tapi dunia belum berakhir! Saya masih belum percaya sepenuhnya kalau sudah menang. Kok belum ada pengumuman resmi? Belum pasti dong ya? Yaokelah, saya coba tunggu besok (baca: tanggal 5 September 2014) karena katanya harus segera mengurus dokumen untuk VISA. Sepanjang sisa hari di Kamis itu, saya habiskan untuk bengong. Bener nih? Sampai-sampai tulisan pak Baudrillard yang harus saya baca, tidak saya jamah. Serius nih?

Jumat pukul 10 pagi, setelah tiba di kantor Wego (sudah setahun lebih ga main ke sini waaah~), kalimat pertama saya yang paling signifikan terlontar kiranya adalah “Ini gw ga dikerjain, kan?” Mba Sica dan Mba Bani segera mengklarifikasi kalau nope, saya sedang tidak dikerjain. Tapi hati masih was-was nih. Sampai Mad tiba dan kemudian, sekali lagi, mengklarifikasi bahwa saya beruntung banget dan bahwa yep, banyak yang kaget ketika nama saya *uhuk*anak magang tahun lalu*uhuk* muncul sebagai salah satu pemenang. Dari sekitar 11.000-an partisipasi! Beruntung banget, nget, nget! Sama kayak Stephanie yang juga beruntung pakai banget!

Jadi, guys! Stay tuned karena akan ada live report untuk #ExtraOrdinaryTrip ini. Ikutin kicauan di @erulenonk atau cerita di wego.co.id/berita/ ya!

2 thoughts on “Sepenggal Cerita di Balik Menang Kontes #ExtraordinaryTrip~!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s