Takdir, Tanggal Kadaluarsa, Hukuman Mati, dan Menemukan Kebaikan.

Standard

Ini aneh. Ketika bicara tentang kematian semua memang menjadi aneh.
Kata orang takdir itu ada, saya sesungguhnya percaya dengan kata ini.

Arti kata dari takdir adalah ketetapan Tuhan, atau ketentuan Tuhan.

Saya berpikir…
ketika ada orang yang meninggal karena kecelakaann. Mungkin itu takdirnya. Melepas nafas terakhir karena luka yang terlalu parah.
Ketika ada orang yang meninggal karena dibunuh. Mungkin itu takdirnya. Mati di tangan orang lain.
Ketika ada orang yang bunuh diri. Mungkin itu takdirnya. Mati di tangan sendiri.
Ketika ada orang yang meninggal di usia yang tua karena sakit. Mungkin itu takdirnya. Mati karena badan yang sudah tidak kuat menahan rasa sakit.

Ketika ada orang yang meninggal karena hukuman mati. Mungkin itu takdirnya. Mati karena harus bertanggung jawab batas perbuatannya.

Kalimat yang terakhir ini mungkin akan memicu banyak pro dan kontra, dari berbagai sudut pandang. Saya tidak akan membahas itu.

Hanya saja menarik. Takdir tentang kematian itu harusnya ‘seakan tanpa campur tangan manusia yang disengaja’. Faktor kesengajaan membuat kematian bukan lagi takdir? Ini menarik. Seperti menuhankan diri dan tahu bahwa takdir- bahwa Tuhan telah menentukan, kematian itu pasti dan mutlak tidak boleh ada karena kesengajaan orang lain. Karena kesengajaan telah membuat seseorang menjadi Tuhan yang memutuskan kapan seorang akan mati kapan tidak.

Ada paradoks dalam kata takdir ini.

Tapi sudahlah, bukan paradoks takdir yang ingin saya bahas, namun kematian.

Saya percaya setiap orang memiliki tanggal kadaluarsa. Sama seperti sebuah produk dalam kemasan, ada kata-kata yang menghantui kematian, yaitu: baik sebelum tanggal kadaluarsa (best before expiry date). Demikianpun kepercayaan saya akan tanggal kadaluarsa yang dimiliki orang, di mana dia tidak lagi memiliki kegunaan yang maksimal. Tanggal di mana dia mati (akan mati atau harus mati?). Ada yang tidak tahu kapan ia akan kadaluarsa, ada yang tahu kapan dia akan kadaluarsa.

Masalahnya tidak umum untuk seseorang mengetahui tanggal kadaluarsanya. Sehingga menurut saya, yang hematnya sebagai manusia sungguh masih cekak, berbahagialah orang-orang yang mengetahui tanggal kadaluarsanya. Ia tahu kapan kematian itu tiba, dan di sanalah ia bisa merancang kebaikannya, sebelum dia menyambut kematian itu.

Di Indonesia saat ini riuh dengan diskusi akan hukuman mati. Di balik riuh itu ada sebuah cerita tentang Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Mereka dihukum mati akibat kejahatan membawa narkoba ke negara Indonesia. Kematian sudah menjemput mereka 29 April dini hari. Namun sebelum kematian tiba, mereka menemukan kebaikan. Chan menemukannya melalui kedekatan-baru-nya dengan Tuhan dan Sukumuran dengan bakat melukisnya. Atau setidaknya begitulah yang diceritakan oleh media.

Kembali pada kata takdir. Mungkin memang sudah takdir mereka menjadi kurir narkoba yang ditangkap di Indonesia. Mungkin sudah takdir mereka untuk menemui kematian melalui hukuman mati. Sudah takdir mereka untuk mengetahui tanggal kadaluarsanya. Sudah takdir mereka untuk menemukan kebaikan sebelum kematian.

Hikmah yang bisa saya petik dari kematian mereka adalah, bahwa mereka menjadi orang-orang yang tahu tanggal kadaluarsa mereka dan memilih untuk melakukan kebaikan sampai tanggal itu menjelang. Alangkah beruntungnya mereka memiliki kesempatan itu.

Saya iri, tapi tanpa tahu tanggal kadaluarsa, saya percaya masih memiliki kesempatan untuk menemukan kebaikan di hari-hari saya. Sebelum tanggal kadaluarsa itu ketahuan atau tiba, hari-hari saya adalah hari-hari “best before expiry date.” Jadi?

Bagi yang sudah menjumpa tanggal kadaluarsanya, selamat jalan!

Salam,

Saya yang masih di sini, menunggu takdir selanjutnya.

2 thoughts on “Takdir, Tanggal Kadaluarsa, Hukuman Mati, dan Menemukan Kebaikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s