Coba-Coba Scaling dengan BPJS: Patience needed!

Standard

Saya punya kartu BPJS Kesehatan, namun belum pernah saya gunakan. Mendengar bahwa BPJS bisa digunakan untuk scaling atau membersihkan karang gigi, maka saya putuskan untuk mencoba layanan yang ditawarkan asuransi kesehatan milik pemerintah ini. Simak kisah uji kesabaran saya berikut :p


sumber: bym71.wordpress.com; pengaburan ditambahkan penulis

Apakah BPJS Kesehatan menanggung layanan scaling?

Iya. Jawaban ini saya dapat dari klikdokter.com yang mengutip:

Layanan kesehatan gigi dan mulut yang ditanggung BPJS berdasarkan pasal 52 dalam peraturan BPJS mencakup: a. Administrasi pelayanan terdiri atas biaya pendaftaran pasien dan biaya administrasi lain yang terjadi selama proses perawatan atau pelayanan kesehatan pasien; b. pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis; c. premedikasi; d. kegawatdaruratan oro-dental; e. pencabutan gigi sulung (topikal, infiltrasi) ; f. pencabutan gigi permanen tanpa penyulit; g. obat pasca ekstraksi; h. tumpatan komposit/GIC; dan i. skeling gigi.

Ah, tapi banyak kasus yang memohon scaling namun ditolak?

Hm. Coba lihat surat edaran No. 11 Tahun 2014 dari BPJS Kesehatan berikut.


sumber: www.pasiensehat.com

Yang perlu diperhatikan ada dua hal: scaling ditanggung BPJS Kesehatan hanya 1 kali dalam setahun, dan bahwa scaling hanya dilayani di Faskes 1.

Lho, apa itu Faskes 1?

Faskes 1 atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, juga disebut Pemberi Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (PPK1), adalah unit kesehatan pertama yang harus dituju pengguna BPJS Kesehatan. Bila fasilitas PPK1 tidak memadai akan dirujuk ke PPK1 lainnya, atau bila dokter PPK1 tidak sanggup menangani kasus pasien, maka akan dirujuk ke Faskes Tingkat Lanjutan. Informasi mengenai Faskes ini bisa kamu baca di sini dan sini.

Lantas yang termasuk PPK1 apa saja?

Menurut Peraturan Kementerian Kesehatan nomor 71 tahun 2013, yang termasuk PPK1 adalah
a) puskesmas atau yang setara;
b) praktik dokter;
c) praktik dokter gigi;
d) klinik pratama atau yang setara; dan
e) Rumah Sakit Kelas D Pratama atau yang setara.

Berhubung tidak semua PPK1 (terutama dari opsi b sampai e) melayani pasien pengguna BPJS Kesehatan, baiknya konfirmasi dulu jika kamu ingin menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan pada pihak PPK1 yang kamu datangi.

Terus uji kesabaran yang dimaksud itu apa?

Pertama-tama: semua ada prosedurnya. Begitulah hemat saya tentang BPJS Kesehatan. Saya yakin bila kondisinya gawat darurat yang butuh penanganan cepat, tentu ada prosedur yang mengakomodasi kebutuhan pelayanan gawat darurat tersebut. Harap diketahui bahwa cerita ini tentang check up dan layanan biasa, bukan darurat.

Begini ceritanya. Saya adalah pengguna BPJS Kesehatan yang terdaftar di Faskes 1 wilayah Pakuan Baru, Kota Jambi, Jambi Selatan, sesuai domisili saya. Sehingga ketika saya ingin menggunakan layanan BPJS Kesehatan di Depok, Jawa Barat, saya tidak bisa mengeluarkan kartu BPJS Kesehatan dan menuntut langsung dilayani begitu saja.

Saya harus mengurus surat rujukan dari Kantor Pusat BPJS Kesehatan setempat, bahwa saya memohon pemindahan sementara pelayanan Faskes 1 dari Pakuan Baru ke Faskes 1 di wilayah Depok sesuai domisili sementara saya. Setahu saya permohonan ini disertai dengan surat domisili sementara dari Rt/Rw. Maka saya mengajukan permohonan surat rujukan ke Kantor Pusat BPJS Kesehatan Depok yang berlokasi di Ruko Saladin Square Blok B 21/22, Margonda Raya. Jika menuju Faskes 1 di wilayah yang tercantum di kartu BPJS Kesehatan-mu, tentunya surat rujukan ini tidak dibutuhkan.

Setelah mendapat surat rujukan (yang valid saya gunakan untuk satu bulan ke depan), saya langsung menuju Faskes 1 yang dirujuk dalam surat, yaitu Puskemas Tugu. Dari konsultasi dengan dokter gigi puskesmas diketahui gigi saya penuh dengan karang. Hiii! Sayangnya, dari pengakuan dokter dan kepala puskemasnya, saya kemudian tahu bahwa seluruh puskesmas di wilayah Depok belum difasilitasi dengan scaler elektrik. Oleh karena itu, saya dirujuk ke RS Bhayangkara Brimob, Depok, yang memiliki fasilitas tersebut, karena untuk kasus saya scaling manual tidak efisien dan akan menyakitkan.

Tet-tot.

Usut punya usut, ternyata saya harusnya tidak dirujuk ke rumah sakit, karena ia merupakan Faskes Tingkat Lanjutan, dan oleh karena itu tidak dapat melayani scaling gratis yang ditanggung BPJS Kesehatan. Singkat cerita, saya harus kembali ke Puskesmas Tugu. Kemudian, pihak puskesmas melakukan konfirmasi dengan Kantor Pusat BPJS Kesehatan Depok, yang menyebutkan bahwa saya harus dirujuk ke Faskes 1 lain. Berhubung seluruh puskesmas Depok belum memiliki scaler elektrik, maka saya dirujuk ke klinik swasta Palsi Gunung, yang masih sewilayah dengan Puskesmas Tugu dan merupakan Faskes 1 yang terdaftar melayani BPJS Kesehatan. Akhirnya saya dilayani di klinik ini untuk scaling gratis-tis-tis!

Jadi, pelayanan scaling gratis oleh BPJS Kesehatan itu benar adanya.

Yang menguji kesabaran saya adalah minimnya informasi yang beredar, sehingga prosedur yang harus dilakukan tidak jelas dan jadi bertele-tele. Banyak kasus “saya pakai BPJS kok masih disuruh bayar” terjadi karena tidak melakukan konfirmasi di awal bahwa pasien akan menggunakan layanan BPJS Kesehatan dan minimnya informasi yang diketahui pengguna BPJS Kesehatan tentang layanan yang ditanggung sepenuhnya dan yang tidak.

Kemudian, dari yang saya perhatikan, pihak rumah sakit, dokter atau staf langsung BPJS Kesehatan masih kurang terkoordinasi dengan baik, sehingga sering terjadi kesalahpahaman yang akhirnya merugikan waktu calon pasien, dan ujung-ujungnya merugikan citra dari BPJS Kesehatan itu sendiri. Semoga BPJS Kesehatan terus berbenah dan mempromosikan cara penggunaan pelayanan dengan lebih baik lagi, ya.🙂

6 thoughts on “Coba-Coba Scaling dengan BPJS: Patience needed!

  1. Informatif banget ini Len, terutama tentang jatah scalling dengan BPJS yang hanya setahun sekali. Menyoal tentang BPJS, aku sering bingung ketika harus membayar premi untuk orang tua, setahuku untuk kelas I khan harganya gak sampai 100 ribuan gitu. Tapi pas bayar via ATM kok bisa ratusan ribu gitu tagihannya? Pengen nanya sih ke BPJS nya langsung, cuma belum sempat-sempat.

    Dan menurut aku pribadi ya, karena BPJS ini menyangkut kepentingan orang banyak dan hampir diperlukan selama 24 jam. Maka seharusnya BPJS punya akun layanan di twitter yang bisa dikontak 24 jam. Pasti akan sangat membantu, terutama untuk hal-hal yang sifatnya teknis.

    Dan harapan kita semua sih, supaya ke depannya info-info yang perlu diketahui masyarakat pengguna bisa lebih tersosialisaskan. Juga terdapat diagram alur yang mudah diakses dan dibaca.

    Nice article Len🙂

    • Hai Bart! Yep, semoga membantu artikel ini.. Aku pun kemarin sempat bingung karena berita banyak yang seliweran.

      Tentang premi berlebih itu, mungkin bisa tanya ke BRI sebagai salah satu partner pembayaran BPJS mungkin Bart.. Mungkin kena pajak atau gimana.. tapi punyaku dan mami ngga ada biaya tambahan.. Jadi bingung juga.. Atau coba telepon ke BPJS Centre kalau belum bisa disamperin😀

      Akun Twitter 24/7 BPJS ide bagus tuh Bart..mungkin bisa diajuin ke menkes RI, Bu Nafsiah Mboi di Twitter @nafsmboi. Mari kita ajukan idenya😀

      Sebenarnya ada video pelaksanaan BPJS yang mudah dicerna dan ditayangkan di rumah sakit (dulu nontonnya di RS Fatmawati) –> https://www.youtube.com/watch?v=69R4RXuEeIE

      Ya tapi masih general sih infonya.. Mungkin para pelanggan BPJS harus rajin-rajin ngepos pengalaman heheh😀

  2. Saya tertipu (?)
    Saya malah nanya langsung sama drg nya, saat itu ketemu beliau di resepsionis RS (faskes I di daerah Seroja, Bekasi Utara).
    Didepan beberapa pasien (dan bukan pasien) yg ada disana si drg dg entengnya bilang BPJS ga nanggung scaling, saya pun yg blm tau nurut2 aja, langsung daftar dan scaling dg drg tsb, tapiiii bayarnya bukan di kasir melainkan di drg itu sendiri…di ruangannya…di depan suster !
    Mayan seratus ribu buat pelayanan yg terasa asal karena sebentar banget dan sangat tidak bersih itu..

    Dalam waktu dekat mau coba di faskes I yg baru (saya pindah faskes I BPJS).. semoga kali ini jauh lebih baik.

    Terima kasih informasinya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s