Menjadi Indonesia di Tengah Malam

Standard
Indonesia, What Indonesia?

What Indonesia?

Sekadar melindur di waktu yang sunyi dan gelap.

Malam yang menuju subuh di hari-hari yang normal, kalau belum lelap di alam mimpi, biasanya akan membawa pikiran saya melanglang ke mana-mana. Tidak jarang pula pikiran itu mampir pada memori perjalanan-perjalanan yang lalu. Malam ini, misalnya, mereka membawa saya pada perjalanan yang terjadi sekitar 3 tahun belakangan.

Spesifiknya, mereka mampir di memori yang sedikit usil, memori tentang saya dikira sebagai bukan orang Indonesia. Ya, ya. Saya orang Cina keturunan dengan ciri fisik yang menunjukkan hal itu (mata sipit, kulit putih, rambut lurus, you name it). Kalau pakai bahasa orang-orang Indonesia yang sok tulen rasa nasionalisnya, saya ini bukan orang Indonesia. Pendatang dari negeri tirai bambu, yang beberapa kalau di media sosial berani mengusir “kami” dengan kata-kata yang menunjukkan insecurity. Saya biasanya tergelak membacanya. (Sambil diam-diam kalbunya mendidih. Bego dipiara itu mau buat apaan, sih? Buat diternakin jadi bibit radikalisme? Mau dijualin? #abaikan #oot)

Lain kasus dari media sosial, lain pula ketika saya ditanyakan status keindonesiaannya oleh orang-orang yang saya temui di perjalanan. Kalau saya berada di luar negeri, saya jarang disapa sebagai turis asal Indonesia. Di Thailand, misalnya, saya sering diajak ngobrol dengan bahasa Thai. Setelah saya jelaskan bukan orang Thailand, mereka menebak asal saya dari Filipina. Jarang di antara mereka yang menebak saya adalah orang Indonesia, itu pun biasanya karena mendengar saya bercakap dalam bahasa Indonesia.

Sampai titik tertentu, kejadian seperti ini membuat saya geli. Di sisi lain, saya jadi bertanya, mukanya orang Indonesia itu seperti apa?

Perjalanan terakhir saya adalah ketika mampir ke Sri Lanka, dan hampir semua orang mengira saya berasal dari salah satu negara Asia Timur. Mereka kaget dan bahkan cenderung tidak percaya bahwa saya orang Indonesia.

Ini kan aneh. Bagaimana orang asing malah berusaha meyakinkan saya, yang orang Indonesia, bahwa saya “seharusnya” bukan orang Indonesia.

Lebih aneh lagi perjalanan saya 2013 lalu, ketika saya berhasil mencapai Gili Trawangan dan mengelilingi pulau itu dengan menyusur bibir pantainya. Pas melewati kawasan padat wisatawan, para penjaga hotel yang menawarkan kamar kosong untuk menginap menyapa saya dengan 2 bahasa yang saya kenal baik, tapi sayangnya bukan bahasa Indonesia. Bahasa Cina, dan bahasa Jepang. Hah. Pas saya jawab “Tidak, terima kasih,” saya mendapat balasan yang bunyinya kira-kira “Orang Indonesia ya. Kirain dari Cina/Jepang.” Haarrr.

Saya jarang sekali merasa bahwa saya orang Cina kalau tidak diingatkan orang-orang lain (atau kalau tetiba saya terbawa hawa nafsu dan ingin menyantap daging babi) (atau kalau saya diingatkan untuk sembahyang pada leluhur) (atau ketika berada di negara yang mayoritas orang Cina (baca: Taiwan) dan semua orang menggunakan bahasa/dialek Cina).

Kebanyakan waktu, saya merasa sangat orang Indonesia. Tetapi, oh rupanya, perasaan saya saja tidak cukup membuat saya Indonesia. Lahir dan tumbuh besar di negara ini saja juga tidak cukup. Punya KTP juga rupanya belum cukup untuk beberapa orang (bego) lainnya.

Tetapi saya bukan orang Cina. (Atau orang Thailand, atau Filipina, atau Jepang, atau kebangsaan lainnya.) Saya merasa dan saya maunya menjadi orang Indonesia saja, lho. Saya keturunan Cina itu kenyataan. Saya orang Indonesia (seharusnya) juga kenyataan.

Jadi, mungkin pertanyaan yang masih harus saya pikirkan adalah bagaimana caranya agar saya menjadi Indonesia? Oh, sebentar. Apa sih menjadi Indonesia sesungguhnya itu? Ah, sudahlah. Malam ini saya sudah menjadi Indonesia, pokoknya. Juga malam-malam sebelumnya. Pula malam-malam selanjutnya.

2 thoughts on “Menjadi Indonesia di Tengah Malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s