Di Pumpung Mereka Mencari Butiran Intan

Standard

Bulan lalu, tepatnya pada tanggal 23 Februari 2014, saya berkesempatan ngebolang di Banjarmasin. Walau praktisnya hanya punya satu hari untuk mengucapkan salam, saya mendapat kesempatan untuk melongok dan belajar dari kota yang identik dengan sungai, pasar terapung, soto banjar dan intan ini.

pumpung-1e
Suasana salah satu pertambangan di Pumpung. Bak-bak dibawah pipa itu menampung pasir hasil penambangan untuk nantinya dijual.

Desa Pumpung adalah tempat terakhir yang saya kunjungi dari perjalanan satu hari saya. Awalnya tidak ada rencana untuk mengunjungi desa ini, kalau bukan karena petunjuk dari Pak Bahri dan Pak Gatot, dua orang petugas Museum Lambung Mangkurat. Mereka berdua memberitahu saya bahwa ada lokasi penambangan intan yang bisa saya kunjungi, yaitu Desa Pumpung. Lokasinya tidak seberapa jauh dari museum, sekitar 12km, atau 20-30 menit naik motor dengan kecepatan santai. Klik untuk lihat peta yang digambar Pak Bahri. Letak Desa Pumpung berada di kiri jalan, dengan papan penanda yang kalau mata tidak awas bisa kelewatan.

Selengkapnya di timejumble.wordpress.com: klik.

Wandering: Museum Sandi (Oct 17, 2013)

Standard

Kalau di makalah, bagian ini disebut Kata Pengantar *uhuk*
Jadi kebetulan sekali saya dapat kesempatan untuk main menghadiri acara bertajuk ‘Borobudur Writers and Cultural Festival 2013’ dari tanggal 17-20 Oktober yang berlangsung di Jogjakarta dan Borobudur. Erh, akan saya buat laporannya kalau saya tidak sedang malas atau dikejar-kejar deadline tugas (curcol detected, ahem).

Kebetulan dalam perjalanan saya menuju ke Jogja, tanggal 16 Oktober 2013 dengan kereta ekonomi AC Bogowonto, saya duduk bersebelahan dengan Mas Tampil (betul, namanya Tampil!). Kebetulan Mas Tampil ini adalah alumnus UI, dulunya mahasiswa Arkeologi, sempat menjadi aktivis Reformasi 1998, dan sudah lulus dari pasca-sarjana kekhususan Museologi 2010 silam (mas, cmiiw! xD).

Sambil mengobrol, diketahuilah bahwa Mas Tampil adalah pengurus Museum Sandi di Yogyakarta. Saya langsung merasa berjodoh dengan museum tahun ini hehehe. Akhirnya sebagian besar perjalanan kami habiskan untuk mengobrol tentang museum, saya melontarkan banyak pertanyaan dan protes saya tentang museum, dan Mas Tampil selalu menanggapi saya dengan ramah. Mas Tampil kemudian mengundang saya untuk mengunjungi Museum Sandi dan melihat-lihat apakah cap yang saya berikan pada museum (dingin, angker, kurang bersahabat) ada di museum tersebut.

Ini laporan saya.

Selengkapnya di timejumble.wordpress.com: klik.

Ngebolang Setengah Hari di Pulau Samosir

Standard

Catatan: Artikel ini bagian dari laporan trip JaBaGa 2013. Juga dimuat di TED Wego Indonesia, sebagai salah satu tulisan semasa magang.

__________________

“Ayo ke Parapat.”

2 Maret 2013. Papi tercinta sudah berjanji untuk mengantarkan saya ke Parapat, nama salah satu daerah wisata di pinggir Danau Toba. Semacam ritual yang akan dilakukan kalau saya sedang mampir di rumah di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Kebetulan juga komunitas Tebing Tinggi yang papi ikuti sedang berkumpul di Hotel Niagara (baca: review hotel di TA).

Selengkapnya di timejumble.wordpress.com: klik.

Melaka: Revel in the Polychromatic Vista

Standard

Note: This article is part of JaBaGa 2013 reports.

__________________

Check up in Melaka. Wait, what?
Let’s go and have a med check up, was what my family told me from the beginning of this trip I dubbed as JaBaGa. To have a medical check up in Melaka, like it is the common sense to perceive. What’s wrong to have one in Indonesia’s hospital? Well apparently, my beloved Grandma have more faith in doctors at the Mahkota Hospital.

More at timejumble.wordpress.com: click

Trip LomBa (2): Jadi Anak Pantai di Lombok!

Standard

Sebelumnya: 01


highlight: Pantai: Kuta Lombok, Mawun, dan Tanjung Aan; belajar sekilas bahasa Lombok, Nyongkolan, Ayam Taliwang

Basa-Basi.
Hari ke dua dan saya bangun kesiangan! Pagi-pagi buta sebenarnya saya sudah bangun karena Mas Yudha datang mengantarkan motor sebelum dia berangkat kerja, tapi mungkin masih sisa kecapekan dari aktivitas minggu lalu ditambah deg-degan trip, akhirnya pulas deh tidur begitu sampai di tujuan. Saya putuskan untuk menyewa motor selama 4 hari, terhitung dari tanggal 4-7 Juni, total IDR 200.000. Seperti yang sudah diputuskan malam sebelumnya, hari ke dua ini saya akan main di pantai-pantai yang sejejeran dengan Pantai Kuta Lombok, yaitu: Pantai Mawun dan Pantai Tanjung Aan. Let’s go!

Selengkapnya di timejumble.wordpress.com: klik.

Trip LomBa (1): Dari Bali Menuju Lombok

Standard


highlight: menyiapkan itinerary, airport tax, ojek di Bali, penginapan murah di Bali dan Lombok, Damri di Lombok

Basa-Basi.
Trip ini direncanakan sejak tengah tahun 2012 karena tiket promo AirAsia (lagi!). Dengan merogoh kocek IDR 382.800 saya mendapat tiket penerbangan paling pagi (6.00 WIB) tanggal 3 Juni 2013, dan penerbangan pulang paling malam (23.20 WITA) pada 12 Juni 2013. Awalnya hanya akan bertualang di Bali saja, tapi mendekati hari H, dengan berbagai pertimbangan dan perasaan ingin mencoba bertualang ke tempat yang baru maka diputuskan untuk menambahkan Lombok sebagai destinasi pertama. Yap! Mari mulai cerita perjalanan LomBa (Lombok-Bali) ini.

Selengkapnya di timejumble.wordpress.com: klik.

Wandering: Jalan Surabaya, Jakarta (May 21, 2013)

Standard

Again, like Passer Baroe, this trip was totally unplanned, and rather than a trip, I would say this was more like stumbling-upon. I was going to Taman Suropati, Menteng to check out something last Monday and then on my way to that place, I stumbled upon Jalan Surabaya, which was in walking distance from Taman Suropati (around 15-mins), or from Cikini Train Station for 5-mins walk.

I’ve known about and been to Jalan Surabaya before, so I wasn’t exactly surprised with what I found, but still, I enjoyed walking through the quite lane, plus there were thick-set branches that shield you from the glaringly-hot sun. :]


Welcome to Jalan Surabaya!

Jalan Surabaya is 500-m long street famous for its antique stalls lining one side of it. In this place you can find many things probably imaginable for the word ‘antique’ and ‘odd’—made from wood, ceramics and metals, like bronze—at a bargain price than ones on mall or established stores. That, and at the other end of the street you can also find bags and suitcases for traveling.

More at timejumble.wordpress.com: click