Hi ~ long time no see.

Standard

Just an hour ago, without any preamble, I received an email with that subject. One can guess the content of the letter right away. But I am not talking about the content. (It’s just a simple “hello, do you still remember me? Since I am able to use email now as it’s usually prohibited, I thought to contact you and let you know why I haven’t contacted you since last time.”) However short and cliche it sounds, it’s a sweet gesture. Especially considering the effort she has to endure to be able to send one electronic mail.

I met her only for short hours on a dormitory room in a hostel last year in Taipei. We didn’t talk much, nothing passed the initial introduction conversation when one meets fellow travelers. We stayed in contact for a month after separating our way, but then, one year later, now, we are talking again. A short conversation about trivial things. However, it did make life a notch brighter.

I am not sure why I wanted to share the moment here in this blog, but somehow I felt that it is noteworthy. When you actually feel like a fleck of dust lost among scattered stars, eventually you will find that you aren’t actually lost and there is someone somewhere, maybe a familiar stranger, wondering for your (well-)being, even only for a blink of nameless face flash-back.

Advertisements

Keliling museum, yuk?

Standard


Kunjungan ke Museum Bahari saat mencari ide tulisan buat Wego Indonesia..

Saya tidak suka ke museum. Museum itu menurut saya ditampilkan tidak menarik, suasananya terlalu dingin, kaku, bisu, kurang interaktif. Jujur saya hampir-hampir tidak pernah ke museum. Sampai usia seperempat abad ini mungkin kalau dihitung tidak sampai 10 jari habis. Intinya, kalau lagi liburan, santai, punya waktu luang, berkunjung ke museum tidak termasuk top-5 ideas of vacation.

Namun, setelah dipikir-pikir rugi sekali saya tidak mampir ke museum. Saya akhirnya tidak pernah mengenal barang sepintas sejarah apapun yang ditawarkan oleh isi dari museum-museum itu. Keacuhan saya ini membuat saya minder sendiri dengan minimnya pengetahuan saya tentang sejarah, terutama sejarah Indonesia.

Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi beberapa museum berkat magang di Wego Indonesia, dan tergelitik untuk menyiasati keengganan saya mengunjungi museum, yaitu dengan menggiatkan acara…
Continue reading

Magang di @WegoID itu… (1)

Standard


Cerita dimulai dari sini…

Jadi setelah menerima email “Selamat Anda Terpilih” dari Wego Indonesia di tanggal 19 Juli silam, maka dimulailah perjalanan saya sebagai anak magang dari brand yang didominasi warna hijau segar dan unyu ini. Akan berlangsung sebulan (sampai dengan 23 Agustus 2013) dengan durasi kira-kira 20 jam terbang per minggu. Lumayan saya jadi ada kegiatan sebelum memulai hidup baru sebagai mahasiswa lagi. :]

22 Juli 2013. Minggu 1 Hari 1: Ceritanya deg-degan.

Wah, walaupun dulu pernah jadi anak kantoran di 7Langit, punya pengalaman menulis profesional (alias dibayar untuk menulis), tetap saja saya deg-degan menghadapi hari pertama magang. Bayangkan. Ini cuma magang, loh. Tapi di TED-nya Wego Indonesia, loh. Sebuah brand yang sudah umum di dunia pemburu tiket murah.

Am I up for this internship?
Continue reading

life.

Standard

start with a big, fat lump in your throat,
start with a profound sense of wrong,
a deep homesickness, or a crazy love sickness,
and run with it.

– Debbie Millman, x