#Senyap – Realitamu, Realitaku?

Standard

Senyap (The Look of Silence)

  • Language: Indonesian/Javanese
  • Year Released: 2014
  • Director: Joshua Oppenheimer
  • Starring: Adi Rukun
  • Realitamu, Realitaku?

    Tanggal 10 November 2014 adalah tanggal yang dipilih untuk meluncurkan film yang berjudul Senyap (The Look of Silence) di Indonesia. Tanggal ini juga mempunyai makna sebagai Hari Pahlawan di negeri ini. Saya rasa ada sesuatu yang ingin disampaikan dengan pemilihan tanggal ini. Siapa itu pahlawan? Yang membela negara? Selepas menonton film ini, mungkin timbul pertanyaan-pertanyaan baru tentang artian pahlawan dan membela negara itu sendiri. Continue reading

    Movie: The Secret of Walter Mitty

    Standard


    Well, the poster don’t tell you much about how awesome this movie actually is.
    So don’t judge the movie by it’s poster! Credit: IMDB

    The Secret of Walter Mitty

  • Language: English
  • Year Released: 2013
  • Director: Ben Stiller
  • Starring: Ben Stiller
  • Screenplay: Steve Conrad
  • Based on: Short Story – The Secret of Walter Mitty
  • What The Secret of Walter Mitty is all about? Who is Walter Mitty anyway? I totally have no idea about what I was going to watch yesterday noon. I went to theater and chose the movie because Mba Sic told me that I had to watch the movie. She guaranteed that I was going to love the movie, and guess what? Woo~ I’m lovin’ it! Thank you Mba Sic for the rec! :]

    Right ahead is my review, but beware, this one sort of contains spoiler!

    Stop dreaming. Start living.

    Continue reading

    Di Balik Frekuensi (atau ketika media dipolitisasi)

    Standard

    Minggu lalu saat saya berada di Bali, sedang asyik rebahan di kasur hotel yang empuk, ponsel saya berdering memberitahukan bahwa saya memiliki satu email baru. Sebuah email kiriman dari Komunitas Salihara yang berbunyi:


    Di Balik Frekuensi @ Komunitas Salihara

    Survei Edelman Trust Barometer 2012 menunjukkan rata-rata tingkat kepercayaan masyarakat terhadap informasi majalah, koran, televisi, dan media online sekitar 42-43 persen. Survei ini menegaskan infromasi media punya peran besar terhadap sikap masyarakat yang mempercayainya. Bagaimana jika informasi media-media tersebut dikendalikan oleh kepentingan perusahaan media? Siapa yang dirugikan? Bagaimana pula sikap jurnalis mengenai soal ini? Bagaimana seharusnya media bekerja?

    Film feature-dokumenter Di Balik Frekuensi produksi Gambar Bergerak secara khusus mengungkapkan konglomerasi media televisi setelah era Soeharto. Film ini melukiskan bagaimana para konglomerat media menjadikan saluran-saluran berita itu demi kepentingan politik dan bisnis mereka semata; cenderung memalsukan realitas ketimbang mencerahkan masyarakat. Padahal jelas-jelas mereka menggunakan frekuensi publik sebagai sarana siar.

    Membaca perkenalan seperti itu, tentu membuat saya penasaran dengan kisah ini. Jujur saja, sejak dulu saya tertarik dengan dunia jurnalistik, dan walaupun saya cenderung suka pada media cetak, tidak saya pungkiri bahwa nowadays media elektronik mempunyai pengaruh yang lebih besar than the printed ones; thus, hari ini saya mencoba hadir dan memenuhi rasa penasaran saya, walaupun belum terdaftar sebagai peserta, but lucky me bisa daftar on-the-spot.


    Pemutaran Film ‘Di Balik Frekuensi’ di Teater Salihara, Selasa 23/04/13

    Lantas, apa yang ada di balik sebuah frekuensi? Pesan apa yang ingin disampaikan oleh Ucu Agustin sebagai sutradara? Continue reading