Trip LomBa (2): Jadi Anak Pantai di Lombok!

Standard

Sebelumnya: 01


highlight: Pantai: Kuta Lombok, Mawun, dan Tanjung Aan; belajar sekilas bahasa Lombok, Nyongkolan, Ayam Taliwang

Basa-Basi.
Hari ke dua dan saya bangun kesiangan! Pagi-pagi buta sebenarnya saya sudah bangun karena Mas Yudha datang mengantarkan motor sebelum dia berangkat kerja, tapi mungkin masih sisa kecapekan dari aktivitas minggu lalu ditambah deg-degan trip, akhirnya pulas deh tidur begitu sampai di tujuan. Saya putuskan untuk menyewa motor selama 4 hari, terhitung dari tanggal 4-7 Juni, total IDR 200.000. Seperti yang sudah diputuskan malam sebelumnya, hari ke dua ini saya akan main di pantai-pantai yang sejejeran dengan Pantai Kuta Lombok, yaitu: Pantai Mawun dan Pantai Tanjung Aan. Let’s go!

Selengkapnya di timejumble.wordpress.com: klik.

Advertisements

FamTrip: Bali (April 16-18, 2013) D3 ~ Uluwatu Temple

Standard

Continuing from:


The wonderful sight of Uluwatu Temple

Day 3, April 18, 2013 | Uluwatu Temple
highlight: accommodation tips, Uluwatu Temple, Odalan

We got up quite early this last day since I had a mission to visit Uluwatu temple before we pack our bag and head home. It was around 6.30 AM that we went further south to the end of the road above the cliff to Uluwatu Temple, one of the Balinese sea temple, which is also Bali’s nine key directional temples.

From Jimbaran to Uluwatu wasn’t half as far as going to Tanah Lot from Kuta, although I felt almost the same length was traveled. It was a smooth 40-mins long journey and we got there pretty early, however the place was already crowded with people who came to celebrate Odalan.

It’s a common knowledge that Bali is famous for a lot of things, the breathtakingly beautiful and many kinds of beaches, the cultural- historical- archaeological attractions, the picturesque landscape, the amiable and hospitable people; in shorts, many things that will make you reconsider to lengthen your vacation just a bit more. One that Bali is also famous with, something that you will easily recognize at every turns and corners when you visit this Island of the Gods, is their strong belief and loyalty for Hinduism; Odalan is one of the testaments.

Continue reading

Perayaan Waisak 2557 BE, sebuah pembelajaran.

Standard


Pelepasan Lampion Waisak 2556 BE, 5 Mei 2012

Boleh berkomentar soal pelaksanaan Waisak di Borobudur tahun ini dan banyaknya tanggapan dan komentar yang beredar di jejaring sosial terkait hal ini? Boleh dong ya, toh ini jurnal saya sendiri, toh adalah sebuah hak asasi saya untuk berpendapat, plus Buddha (D nya dua saudara-saudaraku, mohon diingat; kalo D-nya satu jadi Budha, maka mengacu pada salah satu Dewa dalam Mitologi Hindu) adalah ajaran yang saya anut walau saya mungkin bukan seorang penganut yang rajin beribadah ke Vihara ataupun mengetahui ajaran ini dengan baik.

Pada Waisak 2556 BE (Buddhist Era) tahun lalu, saya lebih tepatnya adalah seorang Buddhis yang datang untuk berwisata dan bukan berziarah, dan memang terasa beberapa poin yang disebutkan dalam tulisan bertajuk Ketika Waisak Jadi Obyek Wisata (tulisan ini dishare oleh teman saya via Facebook), bahwa para peziarah, prosesi dan tempatnya telah menjadi objek wisata, sesuatu yang bernilai komersil.
Continue reading