#NgocehIdentitas: Ribet Budaya, Negara, dan Bangsa

Standard

Postingan pertama 2017 kayaknya berat banget ya. Heh. Tapi enggak juga sih. Sudah lama banget mau rant soal ini, tapi nggak jadi karena saya selalu mikir, it’s not really worth the effort to rant about. Males banget kan, soalnya kepala dan hati bisa digunakan untuk hal-hal lebih produktif. Tapi.

Cukup sudah saya diam.

Continue reading

Advertisements

Menjadi Indonesia di Tengah Malam

Standard
Indonesia, What Indonesia?

What Indonesia?

Sekadar melindur di waktu yang sunyi dan gelap.

Malam yang menuju subuh di hari-hari yang normal, kalau belum lelap di alam mimpi, biasanya akan membawa pikiran saya melanglang ke mana-mana. Tidak jarang pula pikiran itu mampir pada memoriΒ perjalanan-perjalanan yang lalu. Malam ini, misalnya, mereka membawa saya pada perjalanan yang terjadi sekitar 3 tahun belakangan.
Continue reading

Anekdot: Ceruk di Pantai dan Tuhan

Standard

Alkisah, ada seseorang yang disebut saya. Saya ini orangnya selalu penasaran dengan sosok yang dimuliakan manusia sebagai pencipta-Nya. Kata Tuhan adalah alias yang digunakan saya untuk menggambarkan sosok maha sempurna ini. Ketika menuju usia dewasa, saya tertarik untuk memahami Tuhan lebih lanjut dan berpikir untuk mempelajari teologi. Suatu sore, saya mampir ke rumah guru agamanya. Kemudian, saya bercerita pada guru ini tentang keinginannya untuk belajar teologi.


Continue reading

Saya dan Sikap Pro-LGBT

Standard

Saya selalu, sepanjang ingatan saya, pro dengan keberadaan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender)[1], walaupun tidak pernah mengambil tindakan konkrit dan khusus untuk menyuarakan sikap saya ini. Dengan postingan ini (dan satu postingan lain yang masih ditulis), saya ingin turut bersuara atas sikap saya. Beruntungnya saya diberi kehebohan lain saat isu ini sedang panas-panasnya dibahas, sehingga kini saya sudah lebih tenang dalam bersuara :v.

Continue reading