Anekdot: Ceruk di Pantai dan Tuhan

Standard

Alkisah, ada seseorang yang disebut saya. Saya ini orangnya selalu penasaran dengan sosok yang dimuliakan manusia sebagai pencipta-Nya. Kata Tuhan adalah alias yang digunakan saya untuk menggambarkan sosok maha sempurna ini. Ketika menuju usia dewasa, saya tertarik untuk memahami Tuhan lebih lanjut dan berpikir untuk mempelajari teologi. Suatu sore, saya mampir ke rumah guru agamanya. Kemudian, saya bercerita pada guru ini tentang keinginannya untuk belajar teologi.


Continue reading

Saya dan Sikap Pro-LGBT

Standard

Saya selalu, sepanjang ingatan saya, pro dengan keberadaan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender)[1], walaupun tidak pernah mengambil tindakan konkrit dan khusus untuk menyuarakan sikap saya ini. Dengan postingan ini (dan satu postingan lain yang masih ditulis), saya ingin turut bersuara atas sikap saya. Beruntungnya saya diberi kehebohan lain saat isu ini sedang panas-panasnya dibahas, sehingga kini saya sudah lebih tenang dalam bersuara :v.

Continue reading

#Senyap – Realitamu, Realitaku?

Standard

Senyap (The Look of Silence)

  • Language: Indonesian/Javanese
  • Year Released: 2014
  • Director: Joshua Oppenheimer
  • Starring: Adi Rukun
  • Realitamu, Realitaku?

    Tanggal 10 November 2014 adalah tanggal yang dipilih untuk meluncurkan film yang berjudul Senyap (The Look of Silence) di Indonesia. Tanggal ini juga mempunyai makna sebagai Hari Pahlawan di negeri ini. Saya rasa ada sesuatu yang ingin disampaikan dengan pemilihan tanggal ini. Siapa itu pahlawan? Yang membela negara? Selepas menonton film ini, mungkin timbul pertanyaan-pertanyaan baru tentang artian pahlawan dan membela negara itu sendiri. Continue reading

    Warisan Budaya Tionghoa di Museum Benteng Heritage

    Standard


    Selamat datang!

    Terletak di Pasar Lama Tangerang, Museum Benteng Heritage adalah museum kebudayaan Indonesia Tionghoa yang pertama ada di Indonesia. Museum ini merupakan bangunan tua yang diduga berasal dari abad ke 17 dan memiliki nilai historis tinggi. Udaya Halim, pemilik museum, membeli bangunan berarsitektur tradisional Tionghoa ini pada November 2009, dan setelah melakukan restorasi selama dua tahun, museum ini resmi didirikan tanggal 11 November 2011 pukul 20.11.

    Selengkapnya di timejumble.wordpress.com: klik.

    Denyut Budaya Peranakan di Pasar Lama Tangerang

    Standard

    Siang itu matahari teduh di balik awan ketika saya dan teman-teman sekelas di Cultural Studies berkunjung ke salah satu kota satelit Jakarta, yaitu Tangerang. Lebih tepatnya kami mengunjungi daerah yang disebut Pasar Lama Tangerang. Lokasinya sekitar 10-15 menit berkendara menggunakan angkutan umum dari stasiun Tangerang.


    Orang Cina Benteng sembahyang leluhur ya di Boen Tek Bio.

    Daerah Pasar Lama Tangerang juga dikenal sebagai salah satu pecinan atau China Town yang eksis di sekitaran Jakarta. Di sana berdiri klenteng Boen Tek Bio yang menyandang gelar klenteng tertua di Tangerang. Dibangun pada tahun 1684 dan terletak di antara dua kelenteng yang menjadi “saudara”-nya, Boen San Bio dan Boen Hay Bio, Boen Tek Bio menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat Tionghoa di Tangerang. Konon, ketiga kelenteng ini membentuk satu garis lurus yang membentang sepanjang 16 kilomenter!

    Selengkapnya di timejumble.wordpress.com: klik.