Because to be Indonesian, I can’t be Chinese.

Standard

10697372_10153605769192159_2760952513813765058_o

As far as I know, I have always been an Indonesian. I have no doubt about it. Until people tell me that I am Chinese.

Continue reading

Advertisements

Parno, Obat, dan Sesuatu yang Banal

Standard

Kira-kira sebulan lalu, saya merasa terus-terusan kurang enak badan. Apesnya, saat itu lagi rame wabah difteri. Bah. Entah karena sugesti dan keparnoan, saya merasa di balik tenggorok saya, tepat sebelum sak tinju yang disebut tonsil itu, rasanya ada semacam selaput dahak yang udah dibatuk-batukin, diohok-ohokin, dikumur-kumurin, ndak mau hilang-hilang. Keparnoan makin menjadi karena saya harus pergi ke luar negeri. Lah ya masak kalo saya difteri terus saya tega tetap berangkat dan nyebarin wabah di negara orang?

Continue reading

Menjadi Indonesia di Tengah Malam

Standard
Indonesia, What Indonesia?

What Indonesia?

Sekadar melindur di waktu yang sunyi dan gelap.

Malam yang menuju subuh di hari-hari yang normal, kalau belum lelap di alam mimpi, biasanya akan membawa pikiran saya melanglang ke mana-mana. Tidak jarang pula pikiran itu mampir pada memori perjalanan-perjalanan yang lalu. Malam ini, misalnya, mereka membawa saya pada perjalanan yang terjadi sekitar 3 tahun belakangan.
Continue reading

#Senyap – Realitamu, Realitaku?

Standard

Senyap (The Look of Silence)

  • Language: Indonesian/Javanese
  • Year Released: 2014
  • Director: Joshua Oppenheimer
  • Starring: Adi Rukun
  • Realitamu, Realitaku?

    Tanggal 10 November 2014 adalah tanggal yang dipilih untuk meluncurkan film yang berjudul Senyap (The Look of Silence) di Indonesia. Tanggal ini juga mempunyai makna sebagai Hari Pahlawan di negeri ini. Saya rasa ada sesuatu yang ingin disampaikan dengan pemilihan tanggal ini. Siapa itu pahlawan? Yang membela negara? Selepas menonton film ini, mungkin timbul pertanyaan-pertanyaan baru tentang artian pahlawan dan membela negara itu sendiri. Continue reading

    Warisan Budaya Tionghoa di Museum Benteng Heritage

    Standard


    Selamat datang!

    Terletak di Pasar Lama Tangerang, Museum Benteng Heritage adalah museum kebudayaan Indonesia Tionghoa yang pertama ada di Indonesia. Museum ini merupakan bangunan tua yang diduga berasal dari abad ke 17 dan memiliki nilai historis tinggi. Udaya Halim, pemilik museum, membeli bangunan berarsitektur tradisional Tionghoa ini pada November 2009, dan setelah melakukan restorasi selama dua tahun, museum ini resmi didirikan tanggal 11 November 2011 pukul 20.11.

    Selengkapnya di timejumble.wordpress.com: klik.