#NgocehIdentitas: Ribet Budaya, Negara, dan Bangsa

Standard

Postingan pertama 2017 kayaknya berat banget ya. Heh. Tapi enggak juga sih. Sudah lama banget mau rant soal ini, tapi nggak jadi karena saya selalu mikir, it’s not really worth the effort to rant about. Males banget kan, soalnya kepala dan hati bisa digunakan untuk hal-hal lebih produktif. Tapi.

Cukup sudah saya diam.

Continue reading

Advertisements

Human as a Code.

Standard

Or humanizing human by looking at human as a human? Or maybe, SELF: questioning the idea of human?

I don’t know, this is just another midnight muse that won’t let me go until I words-vomit it. I have been on this for most midnights the past week. So if you are going to read this, sorry not sorry for the confusion later on. It’s a messy, jumbled thought. You are warned. Continue reading

Anekdot: Ceruk di Pantai dan Tuhan

Standard

Alkisah, ada seseorang yang disebut saya. Saya ini orangnya selalu penasaran dengan sosok yang dimuliakan manusia sebagai pencipta-Nya. Kata Tuhan adalah alias yang digunakan saya untuk menggambarkan sosok maha sempurna ini. Ketika menuju usia dewasa, saya tertarik untuk memahami Tuhan lebih lanjut dan berpikir untuk mempelajari teologi. Suatu sore, saya mampir ke rumah guru agamanya. Kemudian, saya bercerita pada guru ini tentang keinginannya untuk belajar teologi.


Continue reading

Saya dan Sikap Pro-LGBT

Standard

Saya selalu, sepanjang ingatan saya, pro dengan keberadaan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender)[1], walaupun tidak pernah mengambil tindakan konkrit dan khusus untuk menyuarakan sikap saya ini. Dengan postingan ini (dan satu postingan lain yang masih ditulis), saya ingin turut bersuara atas sikap saya. Beruntungnya saya diberi kehebohan lain saat isu ini sedang panas-panasnya dibahas, sehingga kini saya sudah lebih tenang dalam bersuara :v.

Continue reading

#Senyap – Realitamu, Realitaku?

Standard

Senyap (The Look of Silence)

  • Language: Indonesian/Javanese
  • Year Released: 2014
  • Director: Joshua Oppenheimer
  • Starring: Adi Rukun
  • Realitamu, Realitaku?

    Tanggal 10 November 2014 adalah tanggal yang dipilih untuk meluncurkan film yang berjudul Senyap (The Look of Silence) di Indonesia. Tanggal ini juga mempunyai makna sebagai Hari Pahlawan di negeri ini. Saya rasa ada sesuatu yang ingin disampaikan dengan pemilihan tanggal ini. Siapa itu pahlawan? Yang membela negara? Selepas menonton film ini, mungkin timbul pertanyaan-pertanyaan baru tentang artian pahlawan dan membela negara itu sendiri. Continue reading

    Perayaan Waisak 2557 BE, sebuah pembelajaran.

    Standard


    Pelepasan Lampion Waisak 2556 BE, 5 Mei 2012

    Boleh berkomentar soal pelaksanaan Waisak di Borobudur tahun ini dan banyaknya tanggapan dan komentar yang beredar di jejaring sosial terkait hal ini? Boleh dong ya, toh ini jurnal saya sendiri, toh adalah sebuah hak asasi saya untuk berpendapat, plus Buddha (D nya dua saudara-saudaraku, mohon diingat; kalo D-nya satu jadi Budha, maka mengacu pada salah satu Dewa dalam Mitologi Hindu) adalah ajaran yang saya anut walau saya mungkin bukan seorang penganut yang rajin beribadah ke Vihara ataupun mengetahui ajaran ini dengan baik.

    Pada Waisak 2556 BE (Buddhist Era) tahun lalu, saya lebih tepatnya adalah seorang Buddhis yang datang untuk berwisata dan bukan berziarah, dan memang terasa beberapa poin yang disebutkan dalam tulisan bertajuk Ketika Waisak Jadi Obyek Wisata (tulisan ini dishare oleh teman saya via Facebook), bahwa para peziarah, prosesi dan tempatnya telah menjadi objek wisata, sesuatu yang bernilai komersil.
    Continue reading