Warisan Budaya Tionghoa di Museum Benteng Heritage

Standard


Selamat datang!

Terletak di Pasar Lama Tangerang, Museum Benteng Heritage adalah museum kebudayaan Indonesia Tionghoa yang pertama ada di Indonesia. Museum ini merupakan bangunan tua yang diduga berasal dari abad ke 17 dan memiliki nilai historis tinggi. Udaya Halim, pemilik museum, membeli bangunan berarsitektur tradisional Tionghoa ini pada November 2009, dan setelah melakukan restorasi selama dua tahun, museum ini resmi didirikan tanggal 11 November 2011 pukul 20.11.

Selengkapnya di timejumble.wordpress.com: klik.

Wandering: Museum Sandi (Oct 17, 2013)

Standard

Kalau di makalah, bagian ini disebut Kata Pengantar *uhuk*
Jadi kebetulan sekali saya dapat kesempatan untuk main menghadiri acara bertajuk ‘Borobudur Writers and Cultural Festival 2013’ dari tanggal 17-20 Oktober yang berlangsung di Jogjakarta dan Borobudur. Erh, akan saya buat laporannya kalau saya tidak sedang malas atau dikejar-kejar deadline tugas (curcol detected, ahem).

Kebetulan dalam perjalanan saya menuju ke Jogja, tanggal 16 Oktober 2013 dengan kereta ekonomi AC Bogowonto, saya duduk bersebelahan dengan Mas Tampil (betul, namanya Tampil!). Kebetulan Mas Tampil ini adalah alumnus UI, dulunya mahasiswa Arkeologi, sempat menjadi aktivis Reformasi 1998, dan sudah lulus dari pasca-sarjana kekhususan Museologi 2010 silam (mas, cmiiw! xD).

Sambil mengobrol, diketahuilah bahwa Mas Tampil adalah pengurus Museum Sandi di Yogyakarta. Saya langsung merasa berjodoh dengan museum tahun ini hehehe. Akhirnya sebagian besar perjalanan kami habiskan untuk mengobrol tentang museum, saya melontarkan banyak pertanyaan dan protes saya tentang museum, dan Mas Tampil selalu menanggapi saya dengan ramah. Mas Tampil kemudian mengundang saya untuk mengunjungi Museum Sandi dan melihat-lihat apakah cap yang saya berikan pada museum (dingin, angker, kurang bersahabat) ada di museum tersebut.

Ini laporan saya.

Selengkapnya di timejumble.wordpress.com: klik.

KMY#1: Museum Taman Prasasti & Museum Nasional

Standard


Kumpul di Museum Taman Prasasti

Photo-report dari Keliling Museum, Yuk! (KMY!) part 1 yang berlangsung 23 September 2013. Ada TTM, Agung, Ega dan Awum yang ikutan. Untuk acara KMY! pertama diputuskan untuk mampir ke Museum Taman Prasasti dan Museum Nasional. Mulainya jam 9an. Pertama-tama ke Museum Taman Prasasti dulu!

Selengkapnya di timejumble.wordpress.com: klik.

Keliling museum, yuk?

Standard


Kunjungan ke Museum Bahari saat mencari ide tulisan buat Wego Indonesia..

Saya tidak suka ke museum. Museum itu menurut saya ditampilkan tidak menarik, suasananya terlalu dingin, kaku, bisu, kurang interaktif. Jujur saya hampir-hampir tidak pernah ke museum. Sampai usia seperempat abad ini mungkin kalau dihitung tidak sampai 10 jari habis. Intinya, kalau lagi liburan, santai, punya waktu luang, berkunjung ke museum tidak termasuk top-5 ideas of vacation.

Namun, setelah dipikir-pikir rugi sekali saya tidak mampir ke museum. Saya akhirnya tidak pernah mengenal barang sepintas sejarah apapun yang ditawarkan oleh isi dari museum-museum itu. Keacuhan saya ini membuat saya minder sendiri dengan minimnya pengetahuan saya tentang sejarah, terutama sejarah Indonesia.

Tahun ini saya berkesempatan mengunjungi beberapa museum berkat magang di Wego Indonesia, dan tergelitik untuk menyiasati keengganan saya mengunjungi museum, yaitu dengan menggiatkan acara…
Continue reading

Museum Wayang: Cinta a la Romeo Juliet & Wayang Segede Transformer!

Standard

Note: Perjalanan ini merupakan salah satu kegiatan liputan dari program Internship Wego Indonesia. Saya di minggu pertama memilih untuk menjelajahi Kota Tua dan Pasar Baru.

Artikel Museum Wayang untuk Wego Indonesia yang diedit Mba Clara Rondonuwu, tayang di sini.

Menuju Kota Tua..


Stasiun Kota aka Beos

Suasana Stasiun Kota yang hiruk pikuk segera menyambut TTM yang baru saja turun dari kereta listrik jurusan Bogor-Kota. Sudah lama sekali saya tidak bermain ke kota. Ada yang berubah, suasana stasiun ini lebih tertib. Penertiban stasiun dan penerapan sistem e-ticketing yang di setiap stasiun di Jabodetabek sepertinya membawa pengaruh positif. Ah, tak bisa berlama-lama menikmati suasana stasiun, saya dan Inna (lagi-lagi tanpa Debby), bergegas menuju tujuan kami: Kota Tua, lebih tepatnya ke Museum Wayang.

Selengkapnya di timejumble.wordpress.com: klik.