Because to be Indonesian, I can’t be Chinese.

Standard

10697372_10153605769192159_2760952513813765058_o

As far as I know, I have always been an Indonesian. I have no doubt about it. Until people tell me that I am Chinese.

Continue reading

Advertisements

Human as a Code.

Standard

Or humanizing human by looking at human as a human? Or maybe, SELF: questioning the idea of human?

I don’t know, this is just another midnight muse that won’t let me go until I words-vomit it. I have been on this for most midnights the past week. So if you are going to read this, sorry not sorry for the confusion later on. It’s a messy, jumbled thought. You are warned. Continue reading

Anekdot: Ceruk di Pantai dan Tuhan

Standard

Alkisah, ada seseorang yang disebut saya. Saya ini orangnya selalu penasaran dengan sosok yang dimuliakan manusia sebagai pencipta-Nya. Kata Tuhan adalah alias yang digunakan saya untuk menggambarkan sosok maha sempurna ini. Ketika menuju usia dewasa, saya tertarik untuk memahami Tuhan lebih lanjut dan berpikir untuk mempelajari teologi. Suatu sore, saya mampir ke rumah guru agamanya. Kemudian, saya bercerita pada guru ini tentang keinginannya untuk belajar teologi.


Continue reading

Saya dan Sikap Pro-LGBT

Standard

Saya selalu, sepanjang ingatan saya, pro dengan keberadaan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender)[1], walaupun tidak pernah mengambil tindakan konkrit dan khusus untuk menyuarakan sikap saya ini. Dengan postingan ini, saya ingin turut bersuara atas sikap saya. Beruntungnya saya diberi kehebohan lain saat isu ini sedang panas-panasnya dibahas, sehingga kini saya sudah lebih tenang dalam bersuara :v.

Continue reading

#traveling, saya, dan lamunan

Standard

Traveling atau jalan-jalan. Di tengah malam ini, biarlah saya sedikit melamun tentangnya.

Akhir-akhir ini, seakan tiada jalan-jalan buat saya. Tugas-tugas kuliah yang memburu, saya kambing hitamkan sebagai penyebabnya. Tadi malam ada dua teman saya yang bertanya tentang destinasi yang bisa disambangi buat libur hari ini. Ah, rupanya saya sudah dicap pejalan akut oleh teman-teman.

Saya rindu perjalanan baru, bertemu dengan yang baru, dan merasakan kecanggungan atas kebaruan pengalaman.
Continue reading